TUGAS 5
Senin, 13 Juni 2016
Selasa, 31 Mei 2016
TUGAS 6
TUGAS SOAL LATIHAN
MATERI AJAR :
1. Produksi Asam Asetat
2. Produksi Ester Parfum
3. Produksi Biodiesel
4. Produksi Sabun Batang
5. Produski Sabun Cair Cuci Tangan
6. Produksi Detergen
11. Jelaskan
defenisi beberapa istilah berikut ini :
a)
Maserasi : metode pemisahan campuran dari bahan padatnya melalui perendaman
dengan pelarut yang sesuai.
b)
Fermentasi : proses produksi energi dalam sel dalam keadaananaerobik (tanpa
oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik,
akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi
sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron
eksternal.
c) Angka Setana : ukuran unjuk kerja pembakaran bahan bakar diesel yang
diperoleh dengan membandingkannya dengan bahan bakar referen / standar pada
mesin uji standar.
d) Surfaktan : bahan aktif permukaan, yang bekerja menurunkan tegangan
permukaan cairan, sifat aktif ini diperoleh dari sifat ganda molekulnya.
e) Refluks : metode ektraksi cara panas (membutuhkan pemanasan pada prosesnya),
secara umum pengertian refluks sendiri adalah ekstraksi dengan pelarut pada
temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut yang
ralatif konstan dengan adanya pendingin balik . Ekstraksi dengan cara ini pada
dasarnya adalah ekstraksi berkesinambungan.
2. Tuliskan reaksi kimia yang terlibat dalam proses berikut ini :
a) Reaksi fermentasi aerob
b) Reaksi karbonilasi methanol dalam produski asam asetat
c) Reaksi transesterifikasi produksi biodiesel dari minyak oleat (ester dari
asam oktadek 9-enoat)
d) Reaksi Saponifikasi produksi sabun dari bahan dasar asam heksadekanoat
e) Reaksi pembentukan garam alkilbenzen sulfonate dalam produksi detergen
3. Tuliskan bagan kerja prosedur produksi berikut ini :
a) Asam Asetat metode fermentasi aerob
b. Ester Parfum bahan dasar bunga
c. Biodiesel dari tanaman jarak
d. Sabun Batang
e. Sabun Cair Cuci Tangan
f. Detergen
4. Tuliskan 5 analisis kimia yang biasa dilakukan disertai tujuannya
dalam melakukan pengujian kualitas produk hasil produksi :
a. Asam Asetat
1. Penentuan Asam Asetat Dengan Titrasi Asidi – Alkalimetri . Tujuan :
untuk menentukan kadar asam cuka (CH3COOH) dengan cara titrasi
asidi-alkalimetri.
2. Analisis kimia kualitatif asam asetat. Tujuan : Untuk menentukan jenis
anion asetat yang terdapat dalam sampel dengan menggunakan analisis kimia
kualitatif.
3. Penentuan pH asam asetat dengan pH-meter. Tujuan : Untuk menentukan pH
asam asetat dengan metode pH-meter.
4. Penentuan kadar asam asetat metode destilasi. Tujuan : untuk
menentukan kadar asam asetat metode destilasi.
5. Penentuan kadar asam asetat metode reflux. Tujuan : Untuk menentukan
kadar asam asetat metode reflux
b. Parfum
1. Penetapan kadar alkohol dalam parfum metode refraktometer. Tujuan :
Untuk menentukan kadar alkohol metode refraktometer.
2. Penetapan kadar alkohol dalam parfum metode GC. Tujuan : Untuk
menentukan kadar alkohol metode GC.
3. kadar alkohol dalam parfum metode destilasi. Tujuan : Untuk menentukan
kadar alkohol metode destilasi.
4. Penetapan kadar asam lemak bebas pada parfum. Tujuan : Untuk
mengetahui % asam lemak bebas pada parfum.
5. Uji organoleptik alkohol dalam parfum. Tujuan : Untuk mengetahui
adanya kandungan alkohol dalam parfum.
c.
Biodiesel
1. Penentuan kadar methyl ester dalam biodiesel. Tujuan : Untuk
menentukan kadar methyl ester dalam biodiesel.
2. Analisa Density (Massa Jenis) pada biodiesel. Tujuan : Untuk
menentukan Density (Massa Jenis) biodiesel.
3. Penentuan Kandungan Logam dalam biodiesel metode GC. Tujuan : Untuk
menentukan Kandungan Logam dalam biodiesel metode GC.
4. Penentuan kadar air dalam biodiesel cara pemanasan. Tujuan : Untuk
menentukan kadar air dalam biodiesel cara pemanasan.
5. Penentuan kadar minyak dalam biodiesel cara GC. Tujuan : Untuk
menentukan kadar minyak dalam biodiesel cara GC.
d.
Sabun
1. Penentuan kadar alkali bebas dalam sabun. Tujuan : Untuk menentukan kadar
alkali bebas dalam sabun.
2. Penentuan kadar asam lemak bebas dalam sabun. Tujuan : Untuk menentukan
kadar asam lemak bebas dalam sabun.
3. Penentuan kadar asam lemak jumlah dalam sabun. Tujuan : Untuk menentukan
kadar asam lemak jumlah dalam sabun.
4. Penentuan kadar lemak tak tersabun dalam sabun. Tujuan : Untuk menentukan
kadar lemak tak tersabun dalam sabun.
5. Analisa minyak pelikan dalam sabun. Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya
minyak pelikan dalam sabun.
e.
Detergen
1. Penentuan fisik dari suatu surfaktan dalam keadaan terlarut (warna, bau, pH
dan indeks bias). Tujuan : Untuk menentukan sifat dari suatu surfaktan dalam
keadaan terlarut (warna, bau, pH dan indeks bias).
2. Penetapan kadar air dalam detergen cara pemanasan. Tujuan : Untuk menentukan
kadar air dalam detergen cara pemanasan.
3. Penentuan kadar alkali bebas dalam detergen. Tujuan : Untuk menentukan kadar
alkali bebas dalam detergen.
4. Penentuan kadar karbonat dalam detergen metode titrimetri. Tujuan : Untuk
menentukan kadar karbonat dalam detergen metode titrimetri.
5. Penentuan konsentrasi substrat dan enzim dalam detergen. Tujuan : Untuk
menentukan konsentrasi substrat dan enzim dalam detergen.
Kamis, 21 April 2016
TUGAS 4
1. Definisi :
a. Parfum
Parfum adalah sediaan pewangi / ester yang terdiri dari cairan aerosol.
b. Maserasi
Maserasi adalah salah satu jenis metoda ekstraksi dengan sistem tanpa pemanasan dengan cara merendam menggunakan pelarut yang sesuai.
c. Refluks
Refluks adalah ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik.
2. Tuliskan beberapa analisis Kimia Parfum:
• Penetapan Kadar Alkohol metode Refraktometer
• Penetapan Kadar Alkohol metode Kromatografi Gas
• Penetapan Kadar Alkohol metode Destilasi
3. Jelaskan klasifikasi parfum berdasarkan konsetrasi esensial oilnya:
• Perfume
Perfume' adalah jenis yang paling bagus dan mahal diantara semua produk wewangian lain. 'Perfume' juga dikenal dengan 'exctract' atau 'extrait perfume', yang mengandung 15 sampai 40% konsentrat.
• Eau De Parfum
Jenis wewangian lainnya adalah parfum yang berlabel 'eau de parfum'. Mengandung 7 sampai 15% konsentrat, sehingga dapat bertahan cukup lama, sampai setengah hari, dengan harga yang masih dibawah perfume.
• Eau De Toillette
Label parfum lainnya adalah 'eau de toillette'. Wewangian ini satu tingkat lebih tinggi di atas body splash dan satu tingkat di bawah 'eau de toillete'. Kadar konsentratnya sekitar 1 sampai 6%. Beraroma lebih ringan dan bertahan sekitar 2 - 4 jam.
• Eau De Cologne
'Eau de cologne' sering disamakan dengan 'eau de toilette' Namun sebenarnya merupakan produk yang berbeda. Eau De Cologne cocok digunakan di bagian tubuh, untuk menyegarkan dan memberikan aroma harum setelah mandi.
4. Tuliskan perbedaan dari 2 jenis metode produksi parfum:
1. Alamiah (Isolasi)
• Maserasi
• Destilasi
• Pengompresan
• Ekstraksi
2. Buatan (Sintesis)
• Reaksi Refluks
• Pemurnian (destilasi, freezing, dll)
• Penambahan alkohol dan zat aditif.
5. Tuliskan tahapan / prosedur pembuatan parfum dari bahan bunga mawar dan melati:
• Potong tipis-tipis bunga segar yang telah disiapkan
• Siapkan dua buah botol dan tuangkan minyak atau methanol pada masing – masing botol
• Masukan irisan bunga segar dan tutup rapat
• Letakan di tempat teduh dan biarkan selama satu minggu
• Setelah satu minggu amati hasilnya dan lakukan penyaringan
• Ukur hasil maserasi
6. Tuliskan tahapan / prosedur pembuatan parfum benzil asetat:
• Tahap pertama yakni sintesis benzil asetat. Sebanyak 6 gram (0,1 mol) sam asetat dan 10,6 gram (0,1 mol) benzil alkohol dimasukkan ke dalam labu leher tiga kapasitas 125 ml yang dilengkapi dengan penangas minyak, magnetic stearer, dan termometer. Pengadukan dimulai dan menambahkan 5 tetes asam sulfat pekat ke dalam campuran. Campuran direfluks selama 4 jam pada suhu 150̊ C dengan kecepatan putar sekitar 300 rpm. Campuran didinginkan dan dimasukkan ke dalam corong pisah. Sebanyak 15 ml larutan natrium karbonat jenuh dimasukkan dan digojog untuk menghilangkan asam asetat dan benzil alkohol sisa. Campuran dipisah antara fasa air dan fasa organik. Fasa air dibuang sedangkan fas
a organik dimasukkan ke dalam labu destilasi. Fasa organik didestilasi pada suhu 220o C. Destilat dicampur dengan 4 gram natrium sulfat anhidrat dan digojog. Ester disaring dan dikarakterisasi menggunakan FTIR dan GC-MS.
• Tahap kedua yaitu formulasi parfum. Sebanyak 15 mL benzil asetat dicampur dengan 85 mL etanol absolut dan diwadahi ke dalam botol parfum yang menarik. Parfum siap diujikan.
• Tahap ketiga yaitu uji organoleptik parfum. Sebanyak 30 lembar angket disiapkan untuk 30 orang responden dari berbagai profesi. Angket berisi pendapat tentang keharuman, ketajaman aroma, dan tingkat kesukaan. Masing-masing uji menggunakan skala 1-7.
7 .Tuliskan prosedur pembuatan asam asetat secara aerob:
Prosedur:
• Air dari 10 buah kelapa tua,ditampung dalam tempat yang sudah disiapkan, kemudian disaring dengan menggunakan kain.
• Setelah disaring, tampung air kelapa ke stoples isis 10 liter.
• Selanjutnya air buah kelapa diberi amunium sulfit sebanyak 5 gram dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) sekitar 0,2 gram.
• Selanjutnya stoples ditutup dengan kain dan biarkan selama 6 hari untuk terjadinya fermentasi Semakin lama proses fermentasi dilakukan maka cuka dan alcohol yang dihasilkan juga akan semakin baik.
• Setelah 6 hari hasil fermentasi air buah kelapa tersebut disaring agar endapan yang terjadi selama fermentasi dapat dipisahkan. setelah disaring masukkan dalam ceret.
• Pada hasil fermentasi air buah kelapa yang tadi sudah dimasukan dalam ceret terdapat larutan berlakohol. maka diperlukan pemanasan untuk memisahkan cuka dengan alkohol yang masih bercampur.
• Hasil fermentasi air buah kelapa yang didalam ceret kemudian dimasak sampai mendidih. dan larutan yang tertinggal dalam ceret sudah merupakan larutan cuka sedangkan yang menguap merupakan alkohol, jika alkoholnya akan diambil juga maka uap dalam proses pemanasan harus langsung ditampung agar alkohol yang dihasilkan tidak menguap.
• Selanjutnya setelah proses pendidihan selesai, maka cuka air kelapa yang masih dalam keadaan panas, langsung dimasukan ke botol yang telah disiapkan dan langsung ditutup.
• Jika ingin mengetahui kadar cuka dan alkohol yang sudah dihasilkan dengan cara diatas, maka dapat dilakukan dengan menggunakan uji lakmus atau diukur dengan pH meter.
8. Tuliskan 5 hal yang membedakan produksi asam asetat secara aerob dan anaerob:
• Secara Aerob :
1. Bakteri Acetobacter
2. Temperatur < 37̊ C
3. Membutuhkan Oksigen
4. pH Netral
5. Biaya Produksi Lebih Hemat
• Secara Anaerob:
1. Bakteri Clostridium
2. Temperatur > 37̊ C
3. Tidak Membutuhkan Oksigen
4. pH < 7
5. Biaya Produksi lebih mahal.
1. Definisi :
a. Parfum
Parfum adalah sediaan pewangi / ester yang terdiri dari cairan aerosol.
b. Maserasi
Maserasi adalah salah satu jenis metoda ekstraksi dengan sistem tanpa pemanasan dengan cara merendam menggunakan pelarut yang sesuai.
c. Refluks
Refluks adalah ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik.
2. Tuliskan beberapa analisis Kimia Parfum:
• Penetapan Kadar Alkohol metode Refraktometer
• Penetapan Kadar Alkohol metode Kromatografi Gas
• Penetapan Kadar Alkohol metode Destilasi
3. Jelaskan klasifikasi parfum berdasarkan konsetrasi esensial oilnya:
• Perfume
Perfume' adalah jenis yang paling bagus dan mahal diantara semua produk wewangian lain. 'Perfume' juga dikenal dengan 'exctract' atau 'extrait perfume', yang mengandung 15 sampai 40% konsentrat.
• Eau De Parfum
Jenis wewangian lainnya adalah parfum yang berlabel 'eau de parfum'. Mengandung 7 sampai 15% konsentrat, sehingga dapat bertahan cukup lama, sampai setengah hari, dengan harga yang masih dibawah perfume.
• Eau De Toillette
Label parfum lainnya adalah 'eau de toillette'. Wewangian ini satu tingkat lebih tinggi di atas body splash dan satu tingkat di bawah 'eau de toillete'. Kadar konsentratnya sekitar 1 sampai 6%. Beraroma lebih ringan dan bertahan sekitar 2 - 4 jam.
• Eau De Cologne
'Eau de cologne' sering disamakan dengan 'eau de toilette' Namun sebenarnya merupakan produk yang berbeda. Eau De Cologne cocok digunakan di bagian tubuh, untuk menyegarkan dan memberikan aroma harum setelah mandi.
4. Tuliskan perbedaan dari 2 jenis metode produksi parfum:
1. Alamiah (Isolasi)
• Maserasi
• Destilasi
• Pengompresan
• Ekstraksi
2. Buatan (Sintesis)
• Reaksi Refluks
• Pemurnian (destilasi, freezing, dll)
• Penambahan alkohol dan zat aditif.
5. Tuliskan tahapan / prosedur pembuatan parfum dari bahan bunga mawar dan melati:
• Potong tipis-tipis bunga segar yang telah disiapkan
• Siapkan dua buah botol dan tuangkan minyak atau methanol pada masing – masing botol
• Masukan irisan bunga segar dan tutup rapat
• Letakan di tempat teduh dan biarkan selama satu minggu
• Setelah satu minggu amati hasilnya dan lakukan penyaringan
• Ukur hasil maserasi
6. Tuliskan tahapan / prosedur pembuatan parfum benzil asetat:
• Tahap pertama yakni sintesis benzil asetat. Sebanyak 6 gram (0,1 mol) sam asetat dan 10,6 gram (0,1 mol) benzil alkohol dimasukkan ke dalam labu leher tiga kapasitas 125 ml yang dilengkapi dengan penangas minyak, magnetic stearer, dan termometer. Pengadukan dimulai dan menambahkan 5 tetes asam sulfat pekat ke dalam campuran. Campuran direfluks selama 4 jam pada suhu 150̊ C dengan kecepatan putar sekitar 300 rpm. Campuran didinginkan dan dimasukkan ke dalam corong pisah. Sebanyak 15 ml larutan natrium karbonat jenuh dimasukkan dan digojog untuk menghilangkan asam asetat dan benzil alkohol sisa. Campuran dipisah antara fasa air dan fasa organik. Fasa air dibuang sedangkan fas
a organik dimasukkan ke dalam labu destilasi. Fasa organik didestilasi pada suhu 220o C. Destilat dicampur dengan 4 gram natrium sulfat anhidrat dan digojog. Ester disaring dan dikarakterisasi menggunakan FTIR dan GC-MS.
• Tahap kedua yaitu formulasi parfum. Sebanyak 15 mL benzil asetat dicampur dengan 85 mL etanol absolut dan diwadahi ke dalam botol parfum yang menarik. Parfum siap diujikan.
• Tahap ketiga yaitu uji organoleptik parfum. Sebanyak 30 lembar angket disiapkan untuk 30 orang responden dari berbagai profesi. Angket berisi pendapat tentang keharuman, ketajaman aroma, dan tingkat kesukaan. Masing-masing uji menggunakan skala 1-7.
7 .Tuliskan prosedur pembuatan asam asetat secara aerob:
Prosedur:
• Air dari 10 buah kelapa tua,ditampung dalam tempat yang sudah disiapkan, kemudian disaring dengan menggunakan kain.
• Setelah disaring, tampung air kelapa ke stoples isis 10 liter.
• Selanjutnya air buah kelapa diberi amunium sulfit sebanyak 5 gram dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) sekitar 0,2 gram.
• Selanjutnya stoples ditutup dengan kain dan biarkan selama 6 hari untuk terjadinya fermentasi Semakin lama proses fermentasi dilakukan maka cuka dan alcohol yang dihasilkan juga akan semakin baik.
• Setelah 6 hari hasil fermentasi air buah kelapa tersebut disaring agar endapan yang terjadi selama fermentasi dapat dipisahkan. setelah disaring masukkan dalam ceret.
• Pada hasil fermentasi air buah kelapa yang tadi sudah dimasukan dalam ceret terdapat larutan berlakohol. maka diperlukan pemanasan untuk memisahkan cuka dengan alkohol yang masih bercampur.
• Hasil fermentasi air buah kelapa yang didalam ceret kemudian dimasak sampai mendidih. dan larutan yang tertinggal dalam ceret sudah merupakan larutan cuka sedangkan yang menguap merupakan alkohol, jika alkoholnya akan diambil juga maka uap dalam proses pemanasan harus langsung ditampung agar alkohol yang dihasilkan tidak menguap.
• Selanjutnya setelah proses pendidihan selesai, maka cuka air kelapa yang masih dalam keadaan panas, langsung dimasukan ke botol yang telah disiapkan dan langsung ditutup.
• Jika ingin mengetahui kadar cuka dan alkohol yang sudah dihasilkan dengan cara diatas, maka dapat dilakukan dengan menggunakan uji lakmus atau diukur dengan pH meter.
8. Tuliskan 5 hal yang membedakan produksi asam asetat secara aerob dan anaerob:
• Secara Aerob :
1. Bakteri Acetobacter
2. Temperatur < 37̊ C
3. Membutuhkan Oksigen
4. pH Netral
5. Biaya Produksi Lebih Hemat
• Secara Anaerob:
1. Bakteri Clostridium
2. Temperatur > 37̊ C
3. Tidak Membutuhkan Oksigen
4. pH < 7
5. Biaya Produksi lebih mahal.
Rabu, 16 Maret 2016
TUGAS 3
1. Jelaskan defenisi beberapa istilah
berikut :
a Ikatan peptide
Jawab :
Ikatan peptida merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom karbon pada gugus karboksil suatu molekulberbagi elektron dengan atom nitrogen pada gugus amina molekul lainnya. ikatan peptida hanya terdapat pada protein.
b Asam Amino N-Ujung
Polipeptida
Jawab :
Asam Amino N-Ujung Polipeptida adalah amina pada ujung protein yang terikat secara kovalen yang
spesifik pada asam amino.
c Energi aktivasi
Jawab :
Energi aktivasi merupakan sebuah istilah yang diperkenalkan
oleh Svante Arrhenius, yang didefinisikan sebagai energi yang harus dilampaui agar reaksi
kimia dapat terjadi. Energi aktivasi bisa juga diartikan sebagai energi minimum
yang dibutuhkan agar reaksi kimia tertentu dapat terjadi. Energi aktivasi
sebuah reaksi biasanya dilambangkan sebagai Ea, dengan
satuan kilo joule per mol.
d Enzim
Jawab :
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa
yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.
e Asam Amino
Jawab :
Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang
memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH)
dan amina (biasanya
-NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu
atom karbon (C) yang
sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifatasam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung
menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam.
f Peptida
Jawab :
Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Peptida
terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat
berupa enzim,hormon, antibiotik, dan reseptor.
g Asam Amino Esensial
Jawab :
Asam amino esensial adalah Asam amino yang diperlukan oleh makhluk hidup
sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia
disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut
memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan
asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus
memasoknya dari luar, yaitu lewat makanan.
h Asam Amino
Non-Esensial
Jawab :
Asam amino non esensial adalah asam amino yang bisa berasal dari
makanan maupun dibentuk sendiri oleh tubuh bila tubuh membutuhkannya melalui
proses metabolisme tubuh.
i) Denaturasi protein
Jawab :
Denaturasi protein merupakan suatu proses dimana terjadi perubahan atau modifikasi
terhadap konformasi protein, lebih tepatnya terjadi pada struktur tersier
maupun
j) Substrat
Jawab :
Substrat adalah molekul organik yang telah berada dalam kondisi siap/segera bereaksi, karena telah
mengandung promoter. Keberadaan katalis akan mempercepat reaksi substrat menuju molekul produk, melalui
reaksi kimiawi dengan energi aktivasi rendah yang membentuk senyawa intermediat. Walaupun
demikian, tanpa katalis, sebuah substrat akan bereaksi menuju sebuah produk,
segera setelah energi aktivasi reaksi kimia yang diarahkan oleh suatu promoter
tercapai.
2.
Tuliskan stuktur/bagian penyusun
suatu enzim!
Jawab :
Enzim merupakan protein (dengan sedikit pengecualian). Setiap enzim
mempunyai konformasi yang sangat tepat dan berlainan sebagai hasil dari
beberapa tingkatan struktur struktur protein. Oleh karena itu, struktur enzim
memiliki kesamaan dengan macam struktur protein.
Terdapat 4 macam struktur enzim yaitu struktur primer, sekunder, tersier
dan struktur kuartener.
- Struktur primer adalah rangkaian asam amino pada rantai polipeptida yang menyusun enzim
- Struktur sekunder terbentuk dari ikatan kimia yang lemah seperti pada ikatan hidrogen yang terbentuk di antara atom atom di sepanjang tulang punggung (backbone) rantai polipeptida. Struktur sekunder enzim merupakan interaksi lokal yang menghasilkan pola tiga dimensi berulang. Contoh struktur enzim sekunder adalah alfa heliks dan lembaran berlipat-beta.
- Struktur tersier melibatkan interaksi jarah jauh di antara rantai sisi asam amino. Struktur enzim tersier membentuk globular protein yang sangat akurat.
- Struktur kuartener enzim berhubungan dengan interaksi antara dua atau lebih subunit polipeptida yang berbeda pada sebuah protein fungsional
Dalam struktur enzim, dikenal adanya situs aktif (active site).
Pengertian situs aktif adalah daerah terbatas di enzim tempat substrat atau
banyak substrat berikatan dan tempat reaksi enzimatik berlangsung. Suatu situs
aktif enzim dapat berupa suatu kantung atau galur di dalam molekul enzim.
3.
Tuliskan 6 golongan enzim secara berurutan disertai fungsi aktivitasnya!
Jawab :
- Oksidoreduktase yaitu golongan enzim yang mengkatalisis pengambilan atom hidrogen darisuatu senyawa baik dehidrogenase maupun oksidase.
- Transferase yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain.
- Hidrolase yaitu enzim yang berperan sebagai katalis pada reaksi hidrolisis; baik pemecahan ester, glikosida & peptide.
- Liase yaitu enzim yang mengkatalisis dalam reaksi pemisahan gugus dari suatu substrat (bukan cara hidrolisis) atau sebaliknya.
- Isomerase yaitu enzim yang bekerja pada reaksi perubahan intramolekuler.
- Ligase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi penggabungan dua molekul.
4.
Tuliskan 5 jenis enzim pencernaan disertai fungsi katalitiknya!
Jawab :
ORGAN
|
JENIS ENZIM
PENCERNAAN
|
FUNGSI
ENZIM PENCERNAAN
|
Kelenjar air liur
|
Enzim ptialin atau
amilase
|
Mencerna amilum menjadi
maltose
|
Lambung
|
Pepsin
|
Mengubah protein menjadi
pepton
|
Renin
|
Mengubah kaseinogen
menjadi kasein
|
|
Pankreas
|
Tripsin
|
Mengubah protein menjadi
polipeptida
|
Lipase Pankreas
|
Mengemulsikan lemak
menjadi asam lemak dan gliserol
|
|
Amilase Pankreas
|
Mengubah amilum menjadi
disakarida
|
|
Karbohidrae Pankreas
|
Mencerna amilum menjadi
maltose
|
|
Usus halus
|
maltase
|
Mengubah maltose menjadi
glukosa
|
laktase
|
Mengubah laktosa menjadi
galaktosa dan glukosa
|
|
enterokinase
|
Mengubah tripsinogen
menjadi tripsin
|
|
lipase
|
Mengubah lemak menjadi
gliserol dan asam lemak
|
|
peptidase
|
Mengubah polipeptida
menjadi asam amino
|
|
sukrase
|
Mengubah sukrosa menjadi
fruktosa dan glukosa
|
5.
Jelaskan pengaruh pH dan Suhu terhadap aktivitas enzim.
Jawab :
Pengaruh suhu
Aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu. Untuk enzim hewan suhu
optimal antara 35°C dan 40°C, yaitu suhu tubuh. Pada suhu di atas dan di bawah
optimalnya, aktivitas enzim berkurang. Di atas suhu 50°C enzim secara bertahap
menjadi inaktif karena protein terdenaturasi. Pada suhu 100°C semua enzim
rusak. Pada suhu yang sangat rendah, enzim tidak benar-benar rusak tetapi
aktivitasnya sangat banyak berkurang (Gaman & Sherrington, 1994). Enzim
memiliki suhu optimum yaitu sekitar 180-230C atau
maksimal 400C karena pada suhu 450C enzim akan
terdenaturasi karena merupakan salah satu bentuk protein. (Tranggono &
Setiadji, 1989).
Suhu yang tinggi akan menaikkan aktivitas enzim namun sebaliknya juga
akan mendenaturasi enzim (Martoharsono, 1994). Peningkatan temperatur dapat
meningkatkan kecepatan reaksi karena molekul atom mempunyai energi yang lebih
besar dan mempunyai kecenderungan untuk berpindah. Ketika temperatur meningkat,
proses denaturasi juga mulai berlangsung dan menghancurkan aktivitas molekul
enzim. Hal ini dikarenakan adanya rantai protein yang tidak terlipat setelah
pemutusan ikatan yang lemah sehingga secara keseluruhan kecepatan reaksi akan
menurun (Lee, 1992).
Pengaruh pH
pH optimal enzim adalah sekitar pH 7 (netral) dan jika medium menjadi
sangat asam atau sangat alkalis enzim mengalami inaktivasi. Akan tetapi
beberapa enzim hanya beroperasi dalam keadaan asam atau alkalis. Sebagai
contoh, pepsin, enzim yang dikeluarkan ke lambung, hanya dapat berfungsi dalam
kondisi asam, dengan pH optimal 2 (Gaman & Sherrington, 1994).
Enzim memiliki konstanta disosiasi pada gugus asam ataupun gugus basa
terutama pada residu terminal karboksil dan asam aminonya. Namun dalam suatu
reaksi kimia, pH untuk suatu enzim tidak boleh terlalu asam maupun terlalu basa
karena akan menurunkan kecepatan reaksi dengan terjadinya denaturasi.
Sebenarnya enzim juga memiliki pH optimum tertentu, pada umumnya sekitar 4,5–8,
dan pada kisaran pH tersebut enzim mempunyai kestabilan yang tinggi (Williamson
& Fieser, 1992).
6.
Jelaskan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim.
Jawab :
Peningkatan konsentrasi enzim akan meningkatkan kecepatan reaksi
enzimatik. Dapat dikatakan bahwa kecepatan reaksi enzimatik (v) berbanding
lurus dengan konsentrasi enzim [E]. Makin besar konsentrasi enzim, reaksi makin
cepat( Hafiz Soewoto,2000) .
Semakin besar konsentrasi enzim maka makin banyak pula produk yang
terbentuk dalam tiap waktu pengamatan. Dari pengamatan tersebut dapat dikatakan
bahwa konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan enzim. Dengan
bertambahnya waktu, pada tiap konsentrasi enzim pertambahan jumlah produk akan
menunjukkan defleksi, tidak lagi berbanding lurus sejalan dengan berlalunya waktu
tersebut. Fenomena itu tentu mudah dimaklumi, karena setelah selang beberapa
waktu, jumlah substrat yang tersedia sudah mulai berkurang, sehingga dengan
sendirinya produk olahan enzim juga akan berkurang. Akan tetapi pada gambar 1
tampak pula dengan jelas, bahwa defleksi tersebut makin jelas dengan makin
tingginya konsentrasi enzim. Sebaliknya, pada konsentrasi enzim yang rendah,
dalam jangka waktu pengamatan yang sama hubungan waktu dengan jumlah produk
yang dihasilkan masih berbanding lurus.
Hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi enzim ternyata berbanding
lurus. Jadi, makin besar konsentrasi enzim, maka makin cepat laju reaksi.
Kadang-kadang terjadi penyimpangan dari persamaan ini, sehingga
diperoleh garis agak melengkung. Biasanya, penyimpangan ini terjadi jika enzim
yang dipelajari tidak dalam keadaan murni, sehingga mungkin terdapat
senyawa-senyawa penghambat reaksi dalam jumlah yang sangat kecil. Sebaliknya,
penyimpangan juga terdapat dalam sediaan enzim dengan kemurniaan yang tinggi.
Dalam keadaan ini, penyimpangan disebabkan oleh senyawa pengaktif (aktivator),
misalnya tidak adanya ion tertentu, meskipun ph yang diperlukan sudah
dipastikan dengan menggunakan larutan dapar dan tidak hanya sekedar larutan
dengan ph yang diperlukan tersebut ( Mohamad Sadikin, 2002 ).
7.
Tuliskan dalam bentuk table jenis ikatan yang dilibatkan untuk membentuk stukturpolipeptida/protein primer, sekunder, tersier, dan quarterner.
Jawab :
STRUKTUR POLIPEPTIDA
|
JENIS IKATAN
|
Struktur primer
|
Ikatan peptide
|
Struktur sekunder
|
Ikatan peptide dan ikatan hydrogen
|
Struktur tersier
|
Ikatan peptide, ikatan hydrogen, dan ikatan rantai samping
(ion/kovalen)
|
Struktur kuartener
|
Ikatan antara tersier dan tersier
|
8. Isilah titik-titik dalam kolom fungsi protein di bawah ini :
Jawab :
No
|
Fungsi Protein
|
Jenis protein
|
1
|
Penyusun stuktur sel kulit
|
Kolagen
|
2
|
membantu
pencernaan dengan memecah molekul kompleks seperti pati dan protein masing-masing,
menjadi lebih sederhana, sehingga mereka dapat diserap oleh usus kecil.
|
Enzim
amilase dan pepsin
|
3
|
hormon yang
merangsang kontraksi selama persalinan. Insulin mengatur glukosa dalam darah.
|
oksitosin
|
4
|
menyimpan
besi dan mengontrol jumlah yang hadir besi dalam tubuh manusia.
|
ferritin
|
5
|
membawa
oksigen ke paru-paru dan berbagai sel dalam tubuh manusia
|
Hemoglobin
|
6
|
membantu
transportasi lipid atau lemak
|
lipoprotein
|
9.
Klasfikasikan 20 jenis asam amino ke dalam table golongan rantai samping asam
amino berikut ini :
No
|
Golongan Rantai Samping
|
Jenis protein
|
1
|
Asam amino
non polar
|
- 1. Glisin
- 2. Alanin
- 3. Valin
- 4. Leusin
- 5. Isoleusin
- 6. Proline
|
2
|
Asam amino
polar
|
- 1. Serin
- 2. Threonin
- 3. Sistein
- 4. Metionin
- 5. Asparagin
- 6. Glutamine
|
3
|
Asam amino
bersifat asam
|
- 1. Asam aspartat
- 2. Asam glutamat
|
4
|
Asam amino
bersifat basa
|
- 1. Lisin
- 2. Arginin
- 3. Histidin
|
5
|
Asam amino
aromatik
|
- 1. Fenilalanin
- 2. Tirosin
- 3. Triptofan
|
10. Tuliskan fungsi dari 3
peptida sederhana berikut ini :
a) Insulin
Jawab :
yaitu membuka jalan agar glukosa dapat masuk ke dalam sel untuk
menghasilkan energi, menekan produksi gula di hati dan otot, serta mencegah
pemecahan lemak sebagai sumber energi.
b) Vasopresin
Jawab :
meningkatkan reabsorbsi air dari tubulus renal kembali ke dalam darah,
dan karena itu akan membantu mengatur volume cairan tubuh. Hal
tersebut merupakan alas an vasopressin mendapat sebutan lain sebagai hormone
antidiuretik.
c) Glukagon
Jawab :
glukagon sangat penting untuk respon tubuh terhadap kekurangan makanan. Misalnya,
mendorong penggunaan lemak yang tersimpan untuk energi dalam rangka
melestarikan terbatasnya pasokan glukosa.
11. Insulin merupakan suatu
peptide yang tersusun atas 2 rantai peptide. Gambarkan struktur molekul
pembentukan ikatan peptide rantai A insulin yang tersusun atas 21 jenis asam
amino. Kemudian berikan penamaannya.
Jawab :
12. Jelaskan perbedaan reaksi edman dan reaksi sanger
Jawab :
Reaksi sanger adalah reaksi antara gugus α-amino dengan
1-fluoro-2-,4-dinitrobenzena (FDNB). Dalam keadaan basa lemah, FDNB bereaksi
dengan α-asam amino menghasilkan derivat 2,4-dinitrofenil atau DNP-asam
amino untuk menentukan N-ujung suatu polipeptida sedangkan reaksi edman
merupakan reaksi antara α-asam amino dengan fenilisotiosianat yang menghasilkan
derivat asam amino feniltiokarbamil. Dalam suasana asam pelarut nitrometana
yang terakhir ini mengalami siklisasi membentuk senyawa lingkar
feniltuihidantoin. untuk menentukan N-ujung terminal asam amino penyusun suatu
polipeptida
13. Jelaskan fungsi reaksi ninhidrin
Jawab :
Reaksi ninhidrin untuk menunjukkan adanya asam amino dalam sampel zat yang
diuji.
14. Tuliskan 3 jenis reaksi uji spesifik rantai samping asam amino.
Jawab :
Reaksi Hopkins-cole
Reaksi Xhantoproteat
Reaksi Millon
15. Tuliskan 3 tahapan utama analisis kadar protein metode kjehdal disertai
reaksi kimia yang berlangsung dari setia tahapan.
Jawab :
16. Jelaskan secara singkat prinsip analisis kadar protein dengan metode
Lowry.
Jawab :
Metode Lowry merupakan pengembangan dari metode Biuret. Dalam metode ini
terlibat 2 reaksi. Awalnya, kompleks Cu(II)-protein akan terbentuk sebagaimana
metode biuret, yang dalam suasana alkalis Cu(II) akan tereduksi menjadi Cu(I).
Ion Cu+ kemudian
akan mereduksi reagen Folin-Ciocalteu, kompleks
phosphomolibdat-phosphotungstat, menghasilkan heteropoly-molybdenum
blue akibat reaksi oksidasi gugus aromatik (rantai samping asam amino) terkatalis
Cu, yang memberikan warna biru intensif yang dapat dideteksi secara
kolorimetri.
17. Jika pada suatu analisis protein metode kjehdal ditimbang sampel 1,5
gram. Setelah melalui 3 tahapan utama prosedur diperoleh volume titrasi blanko 0,2
mL dan volume titrasi sampel 5,7 mL. Hitunglah kadar protein dalam sampel!
Jawab :
Langganan:
Komentar (Atom)
















