Senin, 21 September 2015

TUGAS 2 KIMIA ORGANIK

MINYAK KELAPA SAWIT






Kelapa sawit adalah tanaman yang hanya tumbuh di daerah tropis. Saat ini, 85% minyak sawit dunia diproduksi di Indonesia dan Malaysia. Kelapa sawit ditanam di perkebunan perusahaan skala besar dan perkebunan petani skala kecil. Ketika dikombinasikan, keseluruhan perkebunan kelapa sawit luasanmya dapat menutupi area hampir seukuran Negara Brazil. Minyak sawit atau minyak kelapa sawit adalah minyak nabati edibel yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis, dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa. Minyak sawit secara alami berwarna merah karena kandungan beta-karoten yang tinggi. Minyak sawit berbeda dengan minyak inti kelapa sawit (palm kernel oil) yang dihasilkan dari inti buah kelapa sawit. Minyak kelapa sawit juga berbeda dengan minyak kelapa yang dihasilkan dari inti buah kelapa (Cocos nucifera). Perbedaan ada pada warna (minyak inti sawit tidak memiliki karotenoid sehingga tidak berwarna merah), dan kadar lemak jenuhnya. Minyak sawit mengandung 41% lemak jenuh, minyak inti sawit 81%, dan minyak kelapa 86%.

Mengapa kita menggunakan minyak kelapa sawit?
Minyak sawit digunakan dalam banyak produk. Anda dapat menemukannya di sekitar setengah dari semua makanan kemasan. Minyak kelapa sawit adalah bahan yang unik yang digunakan dalam banyak produk karena:
  • Memiliki sifat memasak tinggi – mampu mempertahankan sifat-sifatnya bahkan dalam suhu tinggi.
  • Tekstur halus dan lembut dan tidak adanya bau membuatnya menjadi bahan yang sempurna dalam banyak resep, termasuk untuk pemanggangan (seperti biskuit) pada khususnya.
  • Memiliki efek pengawet alami yang memperpanjang umur simpan produk makanan.
  • Minyak sawit termasuk minyak yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit berwujud setengah padat pada temperatur ruangan.
  • Memiliki beberapa jenis lemak jenuh asam laurat (0.1%), asam miristat (1%), asam stearat (5%), dan asam palmitat (44%). Minyak sawit juga memiliki lemak tak jenuh dalam bentuk asam oleat (39%), asam linoleat (10%), dan asam alfa linoleat (0.3%).
  • Seperti semua minyak nabati, minyak sawit tidak mengandung kolesterol meski konsumsi lemak jenuh diketahui menyebabkan peningkatan kolesterol lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas tinggi akibat metabolisme asam lemak dalam tubuh.
Pemanfaatan lainnya?
Butter Substitute
Banyak makanan olahan mengandung minyak sawit sebagai bahan baku. Sifatnya yang sangat jenuh menjadikannya padat pada suhu kamar di daerah beriklim, membuatnya menjadi pengganti murah untuk mentega, seperti pembuatan adonan kue dan dipanggang: dengan bahaya kesehatan yang lebih rendah dari bahan alternatif lemak trans terhidrogenasi sebagian.
Asam lemak
Saponifikasi menghasilkan asam lemak dengan gliserin sebagai produk sampingan. Asam lemak yang dihasilkan memiliki panjang rantai karbon antara 4 hingga 18 tergantung pada jenis minyak yang bereaksi ketika itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar